Pahlawan! Pahlawan?

Sekarang aku hanya bisa berkata secuil
Memberikan bisikan tentang pikiran-pikiran liar yang muncul tanpa berani menyuara
Bisikan-bisikan sakit hati
Cuma berbisik

Bagaimana teman-teman kami menyuarakan Mereka
Bagaimana anak-anak Mereka menyuarakan suara hati Mereka
Anak-anak itu menerjang, membakar, berjalan lurus ke gedung hijau, melantangkan suara parau melengking
Suara itu indah, namun entah udara bergaram atau memang memekik

Kami salut, kami hormat, kami mengangkat topi kami
Anak-anak itu berjuag membela ibu mereka
Anak-anak itu berkata demikian
Membela si lemah dari si kuat
Mencoba mengambil roti si lemah dari si kuat
Namun…

Anak-anak itu berjuang mencoba mengambil roti itu
Dibekali roti kecil dari ibu mereka
Sebongkah kecil, yang ibunya relakan untu anaknya
Meski ia belum makan
Namun..

Anak-anak itu berjalan dengan sebaris teman
Berpikir bahwa dia akan menjadi pahlawan
Berbekal roti manis secuil dari ibunya
Anak-anak itu melantang!
Anak-anak itu berteriak
Namun..

Mereka melepas keliaran mereka
Menyerah pada otak si ego bernama lapar
Mulai menerjang, menendang, membakar dan menjarah
Menendang pagar, dan membakar ban-ban hitam
Asap hitam mengepul deras
Seperti Der Panzer yang menerjan ohon dan benteng anak-anak itu melindas
Meninggalkan jejak dalam yang tak kembali
Membakar, menerjang, dan berteriak layaknya barbar
Bilang tentang suara-suara ibunya

Seorang tukang sapu dia berkata
Dia menangis melihat anak-anaknya melepas api
Mereka ibu-ibu yang berhati tak sanggup melihat anak-anaknya tak beradab, liar tak berotak
Mereka berhadapan dengan sang raja, meminta pembenaran dengan membakar, menerjang, dan meracau
Anak-anak itu pikir mereka bijak, mereka benar, mereka sang tangan malaikat
Kalian hanyalah seekor anak elang yang baru menetas dan mencoba terbang
Tak paham dunia
Seperti seorang petani bunga yang berlari menginjak-injak tanaman bunganya untuk mengusir ayam yang memakan tanaman bunganya
Entahlah, dunia berputar kencang tana disadari
Dan waktu berjalan menginjak garis langit
Kita dibawahnya masih bermimpi untuk terbang

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s